Skip to main content

Contoh desain ui aplikasi per pola layar

Galeri pola beranda, pencarian, pembayaran, dan status untuk menyusun UI aplikasi Indonesia yang mudah digunakan, dengan contoh alamat dan harga Rupiah.

Roundups7 min read1,397 words

Contoh desain ui aplikasi yang berguna tidak perlu meniru satu produk utuh. Ambil pola layar yang tepat: beranda untuk orientasi, pencarian untuk menemukan pilihan, pembayaran dengan QRIS, GoPay, dan DANA, lalu status untuk mengurangi pertanyaan pengguna. Untuk pasar Indonesia, tampilkan harga dengan format Rp dan alamat hingga kode pos.

Poin-poin utama

  • Susun referensi berdasarkan tugas pengguna per layar, bukan berdasarkan kategori aplikasi.
  • Beranda harus membantu pengguna memulai; pencarian harus mempercepat penyaringan; pembayaran harus menjelaskan total dan metode.
  • Gunakan format lokal sejak rancangan awal: Rp untuk harga, QRIS serta e-wallet lokal untuk pembayaran, dan alamat berjenjang hingga kode pos.
  • Layar status adalah bagian dari alur utama, terutama untuk pesanan, pengiriman, dan transaksi yang masih diproses.

Tabel acuan keputusan contoh desain ui aplikasi untuk tim Indonesia
Tabel acuan keputusan contoh desain ui aplikasi untuk tim Indonesia

Isi halaman ini

Galeri pola beranda: arahkan satu tindakan utama

Beranda adalah layar untuk menjawab dua hal dalam beberapa detik: apa yang bisa dilakukan pengguna dan langkah berikutnya apa. Pada aplikasi belanja, susun bagian atas dengan lokasi atau alamat pengiriman aktif, kolom pencarian, lalu kategori yang paling sering dipakai. Setelah itu, tampilkan produk, layanan, atau promo dalam urutan yang mendukung tujuan utama aplikasi.

Contoh desain interface aplikasi beranda yang rapi biasanya memakai satu kartu tindakan utama, misalnya “Belanja lagi”, “Lanjutkan pesanan”, atau “Bayar tagihan”. Jangan memberi semua modul bobot visual yang sama. Banner besar, kartu kecil, pintasan, dan daftar rekomendasi harus memiliki hierarki yang jelas.

Untuk galeri referensi, ambil keputusan layar berikut:

  • Beranda transaksi: ringkasan saldo atau transaksi terakhir, lalu tombol tindakan seperti kirim, bayar, atau isi saldo.
  • Beranda belanja: pencarian, kategori, produk yang pernah dilihat, dan keranjang yang mudah dijangkau.
  • Beranda layanan: status layanan aktif ditempatkan di atas karena lebih mendesak daripada penawaran baru.

Uji beranda pada layar ponsel sempit. Jika pengguna harus menggulir sebelum menemukan tindakan utama, susunan prioritasnya perlu diubah.

Galeri pola pencarian: dari kata kunci ke pilihan yang dapat diputuskan

Pencarian bukan hanya kolom input. Dalam desain ui aplikasi mobile, pola ini mencakup keadaan sebelum mengetik, saat hasil dimuat, hasil kosong, serta penyaringan. Ketika kolom masih kosong, isi dengan riwayat pencarian, kategori populer, atau saran yang benar-benar dapat diketuk. Hindari menaruh teks dekoratif yang tidak memberi jalan lanjut.

Saat hasil muncul, letakkan jumlah atau konteks hasil, filter, dan urutan di area yang mudah dijangkau ibu jari. Untuk aplikasi belanja, filter yang lazim dibutuhkan adalah kategori, kisaran harga, lokasi pengiriman, penilaian, dan ketersediaan. Jangan membuka semua filter dalam satu layar panjang; kelompokkan pilihan yang paling sering dipakai di bagian awal.

Pola kartu hasil perlu mendukung perbandingan cepat. Tampilkan foto, nama singkat, harga dalam format Rp, variasi penting, dan penanda stok atau estimasi bila relevan. Contoh: Rp25.000, bukan angka tanpa konteks mata uang.

Siapkan keadaan kosong yang operasional: jelaskan bahwa hasil tidak ditemukan, pertahankan kata kunci, lalu tawarkan hapus filter atau lihat kategori terkait. Itu lebih membantu daripada sekadar ilustrasi.

Galeri pola pembayaran: total, metode, dan konfirmasi yang tidak membingungkan

Layar pembayaran harus membuat pengguna yakin terhadap tiga hal: barang atau layanan yang dibayar, total akhir, dan metode yang dipilih. Tempatkan ringkasan pesanan, alamat atau tujuan, rincian biaya, dan total dalam urutan yang mudah dipindai. Tombol konfirmasi harus menyebut tindakan secara spesifik, misalnya “Bayar Rp125.000”, bukan hanya “Lanjut”.

Untuk Indonesia, masukkan QRIS sebagai opsi pembayaran bila alur menerima pembayaran kode QR. Bank Indonesia menjelaskan QRIS sebagai standar QR Code pembayaran Indonesia. Pada pilihan dompet digital, tampilkan metode yang memang didukung produk, misalnya GoPay dan DANA, bersama status tautan akun atau instruksi yang diperlukan. Jangan menampilkan metode sebagai dekorasi apabila belum dapat dipakai.

Pisahkan biaya agar tidak mengejutkan pengguna: subtotal, ongkir atau biaya layanan bila ada, potongan, lalu total. Bila pengguna berpindah ke aplikasi pembayaran lain, buat layar kembali yang jelas: transaksi berhasil, menunggu pembayaran, atau gagal. Status “menunggu” harus memuat langkah berikutnya dan cara memeriksa ulang pembayaran.

Gunakan kontras yang cukup untuk total dan tombol bayar, tetapi jangan menyembunyikan rincian biaya demi membuat harga terlihat lebih rendah.

Galeri pola alamat dan status: kurangi ketidakpastian setelah pengguna menekan bayar

Untuk pengiriman, formulir alamat harus mengikuti cara alamat Indonesia dibaca dan diproses. Pecah isian agar mudah diperiksa: nama penerima, nomor telepon, nama jalan dan nomor rumah, RT/RW bila diperlukan, kelurahan atau desa, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, serta kode pos. Jangan memaksa semua informasi masuk ke satu kolom alamat panjang; pengguna sulit menemukan kesalahan dan tim operasional sulit memvalidasinya.

Urutan yang praktis adalah memilih provinsi, lalu kabupaten atau kota, kecamatan, kelurahan atau desa, dan memasukkan kode pos sesuai alamat. Sediakan kolom patokan untuk kurir, tetapi jadikan opsional. Pada ringkasan pesanan, tampilkan alamat yang cukup lengkap untuk dikonfirmasi tanpa membuat layar terlalu padat.

Setelah pesanan dibuat, layar status mengambil alih tugas komunikasi. Gunakan tahapan yang konkret, seperti “Pesanan dibuat”, “Pembayaran dikonfirmasi”, “Sedang diproses”, “Diserahkan ke kurir”, dan “Terkirim”. Tampilkan waktu pembaruan bila tersedia, serta tombol yang sesuai keadaan: lihat detail, hubungi bantuan, lacak pengiriman, atau beli lagi.

Status bukan halaman penutup. Ia mencegah pengguna mengulang pembayaran atau menghubungi dukungan hanya karena tidak tahu apa yang terjadi.

Referensi format lokal untuk dipakai dalam pola layar aplikasi mobile

Konteks layarFormat yang ditampilkanCatatan rancangan
Harga produk atau total pembayaranRp25.000; Rp125.000Gunakan simbol Rp bersama nominal pada kartu produk, ringkasan, dan tombol bayar.
Pilihan pembayaranQRIS, GoPay, DANATampilkan hanya metode yang benar-benar tersedia dalam alur transaksi.
Alamat pengirimanProvinsi → kabupaten/kota → kecamatan → kelurahan/desa → kode posSediakan isian jalan, nomor rumah, RT/RW, dan patokan sesuai kebutuhan pengiriman.

Kesalahan yang sering terjadi

Menyalin layar dari satu aplikasi lalu mengganti warna dan logo.

Ambil pola tugasnya—misalnya ringkasan pembayaran atau filter pencarian—kemudian susun ulang prioritas, konten, dan tindakan sesuai produk Anda.

Menaruh semua metode pembayaran dalam daftar tanpa status ketersediaan.

Tampilkan QRIS, GoPay, DANA, atau metode lain hanya bila didukung, lalu jelaskan apakah pengguna perlu memilih, menautkan akun, atau berpindah aplikasi.

Membuat satu kolom panjang untuk seluruh alamat pengiriman.

Pisahkan alamat berdasarkan provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, kelurahan atau desa, hingga kode pos agar mudah diperiksa dan diperbaiki.

Menyembunyikan total akhir sampai langkah terakhir.

Perlihatkan subtotal, biaya yang relevan, potongan, dan total dalam Rupiah sebelum pengguna mengonfirmasi pembayaran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa contoh UI untuk halaman pembayaran?

Contoh UI untuk halaman pembayaran adalah layar yang menampilkan ringkasan pesanan, alamat atau tujuan, rincian biaya, total dalam format Rp, lalu pilihan metode pembayaran. Untuk pengguna Indonesia, metode dapat mencakup QRIS, GoPay, dan DANA bila benar-benar tersedia. Tombol akhir sebaiknya menyebut nominal, misalnya “Bayar Rp125.000”.

Bagaimana contoh UI alamat Indonesia?

Contoh UI alamat Indonesia memecah formulir menjadi nama penerima, nomor telepon, jalan dan nomor rumah, RT/RW bila diperlukan, kelurahan atau desa, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, dan kode pos. Urutan pilihan berjenjang dari provinsi hingga kode pos membantu pengguna memeriksa alamat pengiriman sebelum membuat pesanan.

Pola UI apa yang cocok untuk aplikasi belanja?

Pola UI yang cocok untuk aplikasi belanja mencakup beranda dengan pencarian dan kategori, daftar hasil dengan filter harga serta ketersediaan, detail produk dengan variasi dan tombol beli, keranjang, pembayaran, alamat pengiriman, dan status pesanan. Gunakan harga berformat Rp dan buat status pengiriman mudah ditemukan setelah transaksi selesai.

Mengapa layar status penting dalam aplikasi transaksi?

Layar status penting karena memberi kepastian setelah pengguna melakukan tindakan bernilai, seperti membayar atau membuat pesanan. Tampilkan keadaan yang spesifik, misalnya pembayaran dikonfirmasi, pesanan diproses, diserahkan ke kurir, atau terkirim. Sertakan waktu pembaruan dan tindakan lanjutan yang sesuai agar pengguna tidak mengulang transaksi.

Langkah selanjutnya

Pilih pola layar dari galeri ini berdasarkan tugas pengguna, lalu gabungkan hanya pola yang dibutuhkan alur Anda. Mulai dari beranda, pencarian, pembayaran, alamat, dan status; setelah itu pilih pola layar dari galeri dan buat adaptasi merek Anda secara instan di floow.design.

Rancang layarnya terlebih dahulu

Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.

Mulai desain gratis →

Sumber

Design your mobile app with AI.

Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.