Desain aplikasi mobile untuk pasar Indonesia
Panduan menyusun layar aplikasi mobile Indonesia: bahasa, konektivitas, QRIS, e-wallet, checkout, izin data, dan pengujian alur lokal.
desain aplikasi mobile untuk Indonesia perlu dimulai dari tugas inti pengguna pada jaringan yang tidak selalu stabil, lalu diuji dengan bahasa Indonesia, nomor telepon lokal, dan metode bayar setempat. Pada checkout, sediakan alur QRIS serta uji pilihan GoPay, DANA, dan OVO. Pengolahan data pengguna juga harus mengikuti UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
Poin-poin utama
- •Rancang alur utama untuk kondisi sinyal berubah-ubah: status proses, simpan draf, coba lagi, dan bukti transaksi harus jelas.
- •Gunakan bahasa Indonesia yang ringkas, nominal rupiah tanpa pecahan yang tidak perlu, serta format nomor telepon yang mudah dikenali pengguna.
- •Jadikan QRIS dan dompet digital bagian dari rancangan checkout sejak awal, bukan tambahan setelah layar pembayaran selesai.
- •Kumpulkan data seperlunya, jelaskan tujuan setiap izin, dan rancang kontrol privasi sesuai UU Perlindungan Data Pribadi.

Isi halaman ini
- •Mulai dari tugas, jaringan, dan bahasa pengguna
- •Rancang checkout lokal sejak struktur alur
- •Jadikan privasi bagian dari setiap layar input
- •Buat prototipe, lalu uji keadaan yang sering terlewat
Mulai dari tugas, jaringan, dan bahasa pengguna
Mulailah desain ui aplikasi mobile dengan satu tugas berfrekuensi tinggi, misalnya daftar, cari produk, pesan, atau bayar. Petakan tiap langkah hingga selesai: masukan yang dibutuhkan, keadaan memuat, kegagalan, dan bukti keberhasilan. Jangan hanya membuat kondisi ideal.
Untuk penggunaan di Indonesia, layar harus tetap mudah dipahami ketika koneksi melambat atau terputus. Tampilkan indikator proses yang spesifik, misalnya “Memeriksa pembayaran”, bukan pemuat tanpa keterangan. Sediakan tombol “Coba lagi”, simpan isian formulir, dan cegah pengguna mengirim pesanan dua kali setelah kembali terhubung.
Pakai bahasa Indonesia yang langsung dan konsisten. Label tombol sebaiknya memakai kata kerja seperti “Lanjutkan”, “Simpan”, atau “Bayar”. Tulis nominal sebagai Rp25.000 dan tampilkan total, biaya, serta status pesanan sebelum pengguna menekan konfirmasi. Untuk nomor telepon, jangan memaksa satu bentuk penulisan; bantu pengguna memahami kode negara +62 dan nomor lokal. Rancangan seperti ini mengurangi keraguan pada layar kecil dan memudahkan pengujian tugas nyata.
Rancang checkout lokal sejak struktur alur
Checkout bukan satu layar pembayaran. Dalam desain aplikasi ui ux, buat urutan yang memperlihatkan ringkasan pesanan, alamat atau metode penerimaan, rincian biaya, metode pembayaran, tindakan konfirmasi, lalu status hasil pembayaran. Pengguna harus dapat kembali mengubah pilihan tanpa kehilangan data.
QRIS perlu dipertimbangkan sebagai jalur pembayaran lokal. Standar QRIS diatur melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia No. 21/2019; dalam rancangan, tentukan apakah pengguna akan melihat kode QR untuk dipindai, membuka aplikasi pembayaran, atau menerima status pembayaran kembali ke aplikasi. Bedakan keadaan “menunggu pembayaran”, “berhasil”, “gagal”, dan “kedaluwarsa”, lengkap dengan tindakan berikutnya.
Jangan menyamakan semua dompet digital. Uji desain checkout dengan pilihan GoPay, DANA, dan OVO: nama metode, perpindahan ke aplikasi terkait bila ada, pembatalan, serta kembali ke halaman pesanan. Tampilkan metode yang tersedia sebelum pengguna memasukkan detail akhir. Setelah pembayaran berhasil, berikan nomor pesanan, nominal, waktu, dan akses ke riwayat transaksi; jangan hanya mengandalkan pemberitahuan sementara.
Jadikan privasi bagian dari setiap layar input
Setiap kolom data adalah keputusan produk. Tentukan data yang benar-benar diperlukan untuk menyelesaikan tugas, lalu jelaskan tujuan pengumpulannya tepat saat pengguna diminta mengisinya. Contohnya, alamat diperlukan untuk pengiriman, sedangkan akses lokasi tidak selalu diperlukan bila pengguna dapat mengetik alamat atau memilih titik di peta.
UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi berlaku bagi pengolahan data pengguna Indonesia. Karena itu, rancang layar persetujuan, kebijakan privasi, dan pengaturan akun sebagai bagian dari alur, bukan tautan tersembunyi di akhir formulir. Hindari kotak persetujuan yang sudah tercentang. Pisahkan izin yang berbeda, seperti notifikasi dan lokasi, agar pengguna memahami pilihannya.
Pada layar profil, sediakan cara yang mudah ditemukan untuk melihat dan memperbarui data akun. Pada formulir, gunakan penyamaran untuk kata sandi dan data sensitif, validasi yang menjelaskan masalah tanpa membocorkan informasi, serta pesan kesalahan yang aman. Bila suatu data tidak wajib, tandai dengan jelas sebagai opsional. Prinsipnya sederhana: minimalkan masukan, beri konteks sebelum meminta izin, dan beri pengguna kendali setelah akun dibuat.
Buat prototipe, lalu uji keadaan yang sering terlewat
Susun prototipe dari layar inti lebih dahulu: masuk atau daftar, beranda, tugas utama, checkout bila relevan, status transaksi, dan pengaturan akun. Hubungkan tombol, keadaan memuat, pesan gagal, serta kembali dari aplikasi pembayaran. Pengujian yang baik tidak berhenti pada apakah tombol dapat ditekan; amati apakah pengguna memahami apa yang terjadi dan tahu tindakan berikutnya.
Uji setidaknya beberapa skenario: sinyal melemah saat mengirim formulir, pembayaran QRIS yang belum selesai, pengguna membatalkan perpindahan ke GoPay, DANA, atau OVO, nomor telepon yang salah format, dan izin lokasi yang ditolak. Catat titik pengguna berhenti, istilah yang membingungkan, serta informasi yang masih mereka cari sebelum mengonfirmasi.
Gunakan floow.design untuk membuat rancangan layar berbahasa Indonesia, lalu iterasikan alur QRIS dan e-wallet. Mulai dari instruksi singkat per layar, misalnya tujuan layar, data yang ditampilkan, dan tindakan utama. Setelah prototipe terbentuk, perbaiki salinan tombol, urutan informasi, dan keadaan gagal berdasarkan temuan uji. Dengan cara ini, rancangan tidak sekadar terlihat lokal, tetapi bekerja untuk keputusan pembayaran dan konektivitas yang dihadapi pengguna.
Acuan praktis untuk layar pembayaran dan data pengguna Indonesia
| Area | Yang perlu dirancang | Rujukan atau contoh lokal |
|---|---|---|
| Pembayaran QR | Status pemindaian, menunggu, berhasil, gagal, dan kedaluwarsa | QRIS; PADG Bank Indonesia No. 21/2019 |
| Dompet digital | Pilihan metode, perpindahan aplikasi, pembatalan, dan kembali ke pesanan | GoPay, DANA, OVO |
| Data pengguna | Tujuan pengumpulan, persetujuan, akses, perubahan, dan penghapusan sesuai kebutuhan | UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi |
| Nominal | Total, biaya, dan bukti transaksi yang mudah dipindai | Format rupiah, misalnya Rp25.000 |
Kesalahan yang sering terjadi
Menampilkan pemuat umum tanpa status ketika transaksi sedang diproses.
Tuliskan tahap yang sedang berlangsung, cegah pengiriman ulang, dan sediakan tindakan jika proses terlalu lama.
Menaruh QRIS sebagai ikon metode bayar tanpa merancang keadaan sesudah pengguna memindai.
Rancang status menunggu, konfirmasi berhasil, kegagalan, kedaluwarsa, dan kembali ke detail pesanan.
Menganggap semua e-wallet memiliki alur yang sama.
Uji checkout untuk GoPay, DANA, dan OVO, terutama perpindahan aplikasi, pembatalan, dan pengembalian ke aplikasi asal.
Meminta izin atau data sebelum pengguna tahu manfaatnya.
Minta data seperlunya pada saat dibutuhkan dan jelaskan tujuan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana memulai desain aplikasi mobile untuk pengguna Indonesia?
Mulai desain aplikasi mobile untuk pengguna Indonesia dengan memetakan satu tugas utama dari awal hingga selesai, termasuk kondisi sinyal lemah, kesalahan, dan bukti hasil. Gunakan bahasa Indonesia yang ringkas, nominal rupiah yang jelas, serta format nomor telepon yang mendukung +62 dan nomor lokal. Uji prototipe dengan pengguna sebelum menambah fitur sekunder.
Apakah aplikasi Indonesia harus mendukung QRIS?
Aplikasi Indonesia tidak selalu harus mendukung QRIS; kebutuhannya bergantung pada jenis layanan dan metode pembayaran yang dipakai pengguna. Namun, bila aplikasi menerima pembayaran di Indonesia, QRIS layak dipertimbangkan sejak perancangan checkout karena standar QRIS diatur melalui PADG Bank Indonesia No. 21/2019. Rancang pula status menunggu, berhasil, gagal, dan kedaluwarsa.
Data apa yang wajib dilindungi dalam aplikasi?
Data pengguna yang diproses aplikasi harus dilindungi sesuai UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Dalam rancangan antarmuka, kumpulkan hanya data yang diperlukan untuk tujuan layanan, jelaskan alasan pengumpulan sebelum pengguna mengirim data, dan sediakan pengaturan yang jelas untuk akun serta izin. Perlakukan data identitas, kontak, lokasi, dan kredensial dengan perhatian khusus.
Bagaimana menguji checkout e-wallet di aplikasi Indonesia?
Uji checkout e-wallet di Indonesia dengan skenario memilih GoPay, DANA, dan OVO, berpindah ke aplikasi pembayaran, membatalkan pembayaran, kembali ke aplikasi asal, serta menerima hasil terlambat atau gagal. Pastikan pesanan tidak dibuat ganda dan pengguna selalu dapat melihat nominal, status, nomor pesanan, dan langkah berikutnya.
Langkah selanjutnya
Rancangan aplikasi untuk Indonesia menjadi lebih siap pakai ketika bahasa, konektivitas, pembayaran, dan privasi diputuskan di level alur, bukan dipoles pada tahap akhir. Buat prototipe berbahasa Indonesia di floow.design, uji QRIS serta GoPay, DANA, dan OVO, lalu perbaiki layar berdasarkan kegagalan yang benar-benar dapat dialami pengguna.
Rancang layarnya terlebih dahulu
Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.
Sumber
Design your mobile app with AI.
Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.