Contoh desain aplikasi kesehatan Indonesia
Panduan menyusun layar janji temu, hasil layanan, dan persetujuan data sensitif untuk aplikasi kesehatan Indonesia yang mudah dipahami pengguna.
Contoh desain aplikasi kesehatan Indonesia perlu memprioritaskan alur janji temu, akses hasil layanan, dan persetujuan data yang jelas. Karena data kesehatan termasuk data pribadi spesifik menurut UU PDP No. 27 Tahun 2022, setiap layar izin harus menjelaskan data, tujuan penggunaan, serta tindakan pengguna sebelum data diproses.
Poin-poin utama
- •Mulai dari tugas pengguna: mencari layanan, memilih jadwal, melihat hasil layanan, lalu mengelola izin data.
- •Pisahkan ringkasan hasil layanan dari detail sensitif agar pengguna tidak salah membuka atau membagikan informasi.
- •Tulis persetujuan data secara spesifik: data apa yang dipakai, untuk tujuan apa, dan pilihan tindakan pengguna.
- •Gunakan floow.design untuk membuat alur janji temu dan hasil layanan tanpa memakai data pasien nyata.

Isi halaman ini
- •Susun alur utama: janji temu sampai hasil layanan
- •Rancang layar hasil layanan agar mudah dibaca dan aman
- •Buat persetujuan data sebagai keputusan, bukan formalitas
- •Urutan layar yang layak dibuat lebih dulu di floow.design
Susun alur utama: janji temu sampai hasil layanan
Dalam contoh desain aplikasi mobile kesehatan, jangan jadikan beranda sebagai kumpulan menu. Jadikan beranda sebagai titik lanjut tugas: janji temu berikutnya, hasil layanan terbaru, dan tindakan yang masih menunggu pengguna.
Alur janji temu yang praktis dimulai dari pilihan fasilitas atau layanan, pemilihan dokter bila tersedia, tanggal, jam, lalu halaman konfirmasi. Di konfirmasi, tampilkan kembali fasilitas, jadwal, pasien yang dilayani, dan instruksi kedatangan. Setelah pengguna membuat janji, simpan statusnya dalam satu kartu: dijadwalkan, perlu dikonfirmasi, selesai, atau dibatalkan.
Untuk hasil layanan, gunakan daftar berdasarkan tanggal dan fasilitas. Setiap item cukup memperlihatkan jenis layanan serta status ketersediaan; detail dibuka setelah pengguna memilih item. Pola ini mengurangi paparan informasi sensitif di layar awal. Mobile JKN adalah aplikasi layanan peserta BPJS Kesehatan, sehingga menjadi rujukan konteks yang relevan saat merancang kebutuhan peserta seperti akses layanan dan informasi kepesertaan.
Rancang layar hasil layanan agar mudah dibaca dan aman
Layar hasil layanan sebaiknya memiliki hierarki tiga tingkat. Tingkat pertama adalah daftar kunjungan atau layanan. Tingkat kedua adalah ringkasan: tanggal, fasilitas, jenis pemeriksaan, dan apakah hasil sudah tersedia. Tingkat ketiga berisi rincian yang memang perlu dilihat pengguna, misalnya dokumen atau catatan layanan.
Jangan menaruh rincian diagnosis, nomor identitas, atau dokumen sensitif pada notifikasi dan kartu beranda. Notifikasi cukup menyatakan bahwa ada hasil layanan baru dan mengarahkan pengguna untuk membukanya di aplikasi. Bila tersedia tindakan unduh atau bagikan, letakkan setelah pengguna membuka detail dan beri penjelasan tentang tujuan tindakan tersebut.
SATUSEHAT Mobile adalah aplikasi ekosistem kesehatan digital Indonesia. Saat membuat desain aplikasi UI UX untuk konteks Indonesia, gunakan istilah yang dekat dengan perjalanan layanan pengguna: fasilitas kesehatan, kunjungan, hasil layanan, dan riwayat. Hindari label teknis yang tidak menjelaskan manfaat layar.
Buat persetujuan data sebagai keputusan, bukan formalitas
Data kesehatan termasuk data pribadi spesifik menurut UU PDP No. 27 Tahun 2022. Karena itu, layar persetujuan tidak boleh berupa teks panjang dengan satu tombol “Setuju”. Pengguna perlu memahami keputusan yang sedang dibuat sebelum melanjutkan.
Gunakan struktur yang ringkas: jelaskan data yang diminta, tujuan penggunaan, pihak atau layanan yang terkait bila relevan, serta pilihan pengguna. Contohnya, sebelum pengguna menghubungkan riwayat layanan, tampilkan tujuan akses data dan tindakan yang tersedia: lanjutkan, pelajari detail, atau batalkan. Tombol utama harus menyebut tindakan secara jelas, bukan sekadar “Lanjut”.
Sediakan pula halaman pengaturan privasi untuk meninjau izin yang pernah diberikan. Tampilkan nama izin, tujuan, waktu persetujuan, dan jalur untuk menarik atau mengubah pilihan bila alur layanan mendukungnya. Saat membuat purwarupa, gunakan nama, tanggal, dan hasil layanan fiktif. Gunakan floow.design untuk membuat alur janji temu dan hasil layanan tanpa memakai data pasien nyata.
Urutan layar yang layak dibuat lebih dulu di floow.design
Untuk memvalidasi konsep, buat satu alur lengkap sebelum menambah fitur lain. Mulai dari beranda dengan kartu janji temu, lanjutkan ke pencarian layanan, pemilihan jadwal, konfirmasi, dan detail janji temu. Setelah itu, buat alur terpisah untuk daftar hasil layanan, detail hasil, serta layar persetujuan sebelum data sensitif dibuka atau dihubungkan.
Uji setiap layar dengan pertanyaan sederhana: apakah pengguna tahu apa yang terjadi berikutnya, informasi apa yang sedang dibuka, dan apakah ia dapat membatalkan tindakan? Jika jawabannya tidak terlihat dalam satu pandangan, ringkas teks atau pecah proses menjadi langkah yang lebih jelas.
Jangan memakai profil pasien, nomor peserta, hasil pemeriksaan, atau dokumen sungguhan dalam bahan desain. Isi contoh yang fiktif tetap cukup untuk menguji panjang nama, status jadwal, pesan kosong, dan keadaan gagal. Dengan begitu, tim dapat membahas alur layanan tanpa mengekspos data kesehatan.
Prioritas layar untuk purwarupa aplikasi kesehatan Indonesia
| Layar | Tujuan pengguna | Informasi yang ditampilkan | Tindakan utama |
|---|---|---|---|
| Beranda | Melanjutkan tugas terdekat | Janji temu berikutnya dan pembaruan hasil layanan | Buka janji atau hasil layanan |
| Pilih jadwal | Membuat janji temu | Fasilitas, layanan, tanggal, dan jam | Pilih lalu konfirmasi jadwal |
| Hasil layanan | Menemukan riwayat layanan | Tanggal, fasilitas, jenis layanan, dan status hasil | Buka detail hasil |
| Persetujuan data | Memahami dan memilih izin | Data yang diminta serta tujuan penggunaan | Setujui, pelajari detail, atau batalkan |
| Pengaturan privasi | Meninjau izin yang telah diberikan | Daftar izin, tujuan, dan waktu persetujuan | Ubah atau tarik pilihan bila tersedia |
Kesalahan yang sering terjadi
Menampilkan hasil pemeriksaan atau diagnosis langsung di kartu beranda dan notifikasi.
Tampilkan status umum di beranda atau notifikasi, lalu minta pengguna membuka detail aplikasi untuk melihat informasi sensitif.
Memakai tombol “Setuju” tanpa menjelaskan data dan tujuan pemrosesan.
Sebutkan data yang diminta, tujuan penggunaan, dan pilihan pengguna sebelum tombol tindakan.
Mencampur alur janji temu, riwayat layanan, dan pengaturan privasi dalam satu halaman panjang.
Pisahkan menurut tugas pengguna: buat janji, lihat hasil layanan, dan kelola persetujuan data.
Memakai data pasien nyata dalam purwarupa atau pengujian desain.
Gunakan data fiktif dan buat variasi nama, tanggal, status, serta hasil layanan untuk menguji tampilan layar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Fitur apa yang ada dalam aplikasi kesehatan?
Fitur aplikasi kesehatan umumnya mencakup pencarian layanan atau fasilitas kesehatan, pembuatan dan pengelolaan janji temu, riwayat kunjungan, akses hasil layanan, notifikasi status, serta pengaturan persetujuan data. Untuk konteks Indonesia, fitur perlu memisahkan informasi umum dari data kesehatan sensitif dan menyediakan tindakan yang jelas untuk membuka detail.
Bagaimana mendesain persetujuan data kesehatan?
Desain persetujuan data kesehatan harus menjelaskan data yang diminta, tujuan penggunaan, dan tindakan yang dapat dipilih pengguna sebelum data diproses. Data kesehatan termasuk data pribadi spesifik menurut UU PDP No. 27 Tahun 2022, sehingga hindari persetujuan umum yang hanya berisi satu tombol tanpa konteks. Sediakan pula akses untuk meninjau pilihan izin yang pernah diberikan.
Apa yang bisa dipelajari dari Mobile JKN?
Mobile JKN dapat dipelajari sebagai konteks layanan peserta BPJS Kesehatan: pengguna datang dengan kebutuhan praktis terkait layanan dan kepesertaan, bukan untuk menjelajahi banyak menu. Dalam desain aplikasi kesehatan, pelajaran utamanya adalah menonjolkan tugas utama, memakai istilah layanan yang mudah dikenali, dan menampilkan status proses secara jelas.
Bagaimana membuat purwarupa aplikasi kesehatan tanpa data pasien?
Buat purwarupa aplikasi kesehatan dengan identitas, jadwal, nama fasilitas, dan hasil layanan fiktif. Siapkan beberapa keadaan layar, seperti jadwal tersedia, jadwal penuh, hasil belum tersedia, dan persetujuan belum diberikan. Gunakan floow.design untuk membuat alur janji temu dan hasil layanan tanpa memakai data pasien nyata.
Langkah selanjutnya
Desain aplikasi kesehatan yang baik membantu pengguna menyelesaikan tugas layanan tanpa membuka data sensitif lebih dari yang diperlukan. Prioritaskan alur janji temu, hasil layanan, dan persetujuan data yang spesifik; lalu uji purwarupanya dengan data fiktif di floow.design.
Rancang layarnya terlebih dahulu
Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.
Sumber
Design your mobile app with AI.
Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.