Skip to main content

Contoh desain aplikasi makanan lokal Indonesia

Panduan contoh desain aplikasi makanan untuk Indonesia: susun menu, kustomisasi, ongkir Rupiah, pembayaran, dan pelacakan kurir di mobile.

Guides7 min read1,386 words

Contoh desain aplikasi makanan untuk Indonesia perlu memprioritaskan pemilihan menu cepat, opsi kustomisasi yang jelas, ongkir dalam Rupiah, dan status kurir yang mudah dipindai. Pola ini relevan dengan kategori pesan-antar makanan yang diisi GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, serta pembayaran seperti GoPay, DANA, dan QRIS.

Poin-poin utama

  • Tampilkan kategori, pencarian, estimasi tiba, dan harga dalam Rupiah sejak layar daftar restoran atau menu.
  • Pisahkan pilihan wajib, tambahan, dan catatan pesanan agar pengguna tidak salah mengirim kustomisasi.
  • Jelaskan subtotal, ongkir, biaya lain jika ada, promo, dan total sebelum pengguna membayar.
  • Rancang pelacakan pesanan sebagai urutan status dengan informasi kurir yang muncul pada waktu yang tepat.

Tabel acuan keputusan contoh desain aplikasi makanan untuk tim Indonesia
Tabel acuan keputusan contoh desain aplikasi makanan untuk tim Indonesia

Isi halaman ini

Struktur alur pesan makanan yang ringkas

Untuk contoh desain aplikasi mobile di kategori makanan, mulai dari satu alur inti: beranda → restoran → menu → kustomisasi → keranjang → pembayaran → pelacakan. Jangan memaksa pengguna melewati halaman detail restoran bila ia sudah datang dari pencarian atau tautan promosi.

Di beranda, tampilkan alamat pengantaran aktif, kolom pencarian, kategori seperti ayam, kopi, makanan berat, atau camilan, lalu kartu restoran. Setiap kartu sebaiknya memuat nama, jenis makanan, estimasi pengantaran, dan rentang harga dalam Rupiah. Harga tidak boleh hanya ditulis “mulai 20K” tanpa konteks; gunakan format seperti Rp20.000 untuk harga yang pasti.

GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood beroperasi pada kategori pesan-antar makanan Indonesia. Karena pengguna sudah terbiasa membandingkan pilihan di kategori ini, layar hasil pencarian harus mendukung sortir yang benar-benar berguna: terdekat, estimasi tiba, harga, atau promo. Simpan filter aktif sebagai chip agar pengguna tahu mengapa daftar restoran berubah. Pada mobile, gunakan bilah keranjang tetap di bawah layar setelah pengguna menambahkan item pertama.

Desain menu dan kustomisasi tanpa membuat pengguna ragu

Layar menu harus menjawab tiga hal dalam sekali pindai: apa makanannya, berapa harganya dalam Rupiah, dan pilihan apa yang wajib dibuat. Gunakan foto secukupnya, nama item yang pendek, deskripsi bila membantu, serta tombol tambah yang konsisten. Jika sebuah menu memiliki variasi, jangan langsung menambahkannya ke keranjang; buka lembar bawah kustomisasi.

Kelompokkan opsi menjadi wajib dipilih, opsional, dan catatan untuk restoran. Contohnya, ukuran minuman adalah pilihan wajib, tambahan topping bersifat opsional, sedangkan tingkat kepedasan dapat memakai pilihan tunggal bila restoran memang membatasi satu tingkat. Tampilkan dampak harga pada setiap tambahan, misalnya +Rp5.000, dan perbarui total di tombol aksi: Tambah ke keranjang · Rp32.000.

Hindari checkbox untuk pilihan yang saling meniadakan, seperti ukuran kecil atau besar. Gunakan radio button. Untuk jumlah item, sediakan pengurang dan penambah yang tidak mudah tersentuh tidak sengaja. Jika ada catatan, beri contoh yang aman seperti “saus dipisah” dan batasi karakter secara terlihat. Setelah item masuk keranjang, tampilkan ringkasan kustomisasi tepat di bawah nama menu supaya kesalahan dapat diperbaiki tanpa kembali ke halaman sebelumnya.

Ongkir, total pembayaran, dan desain aplikasi kasir mobile

Pada keranjang, urutkan nilai pembayaran dari yang paling mudah dipahami: subtotal makanan, ongkir, potongan promo bila dipakai, biaya lain bila memang dikenakan, lalu total. Semua angka harus memakai Rupiah, misalnya Subtotal Rp48.000, Ongkir Rp10.000, dan Total Rp58.000. Jangan menyembunyikan ongkir sampai setelah tombol bayar; pengguna perlu dapat membandingkan pilihan sebelum berkomitmen.

Jika ongkir belum final karena alamat atau restoran belum dipilih, tulis statusnya secara jujur, seperti “Pilih alamat untuk melihat ongkir”. Saat nilai sudah tersedia, jelaskan perubahan yang memengaruhinya, misalnya jarak pengantaran atau promo. Hindari istilah biaya yang tidak dijelaskan.

Pada tahap pembayaran, aplikasi dapat menawarkan GoPay, DANA, atau QRIS. Letakkan metode terakhir yang dipakai di urutan awal, tetapi tetap sediakan pilihan lain lewat tombol “Lihat semua metode”. QRIS adalah standar pembayaran berbasis kode QR yang dikelola Bank Indonesia; desainnya perlu menjelaskan apakah pengguna akan memindai kode atau diarahkan ke aplikasi pembayaran.

Prinsip yang sama berlaku untuk desain aplikasi kasir mobile milik restoran: total pesanan, metode bayar, status pembayaran, dan nomor pesanan harus terbaca cepat oleh staf. Jangan mencampur status “belum dibayar” dengan “sedang disiapkan” dalam satu label.

Pelacakan kurir sebagai status, bukan peta semata

Setelah pembayaran atau konfirmasi pesanan, ubah fokus layar dari belanja menjadi kepastian. Tampilkan urutan status yang mudah dipindai: pesanan dibuat, restoran mengonfirmasi, pesanan disiapkan, kurir mengambil pesanan, lalu kurir menuju alamat. Beri satu status utama yang paling aktual dan satu estimasi waktu tiba bila sistem memilikinya.

Peta berguna ketika kurir telah ditugaskan atau sedang menuju pengguna, tetapi bukan pengganti teks status. Pada jaringan yang lambat, pengguna tetap harus tahu pesanan berada di tahap mana tanpa menunggu peta dimuat. Tampilkan nama kurir, kendaraan, dan tombol kontak hanya ketika data tersebut benar-benar tersedia. Hindari menampilkan posisi yang terlihat presisi bila pembaruan lokasi belum masuk.

Sediakan tindakan yang sesuai tahap: ubah alamat atau batalkan sebelum restoran memproses pesanan, hubungi restoran saat pesanan disiapkan, dan hubungi kurir saat pengantaran berlangsung. Setelah pesanan selesai, layar ringkasan sebaiknya menunjukkan total dalam Rupiah, daftar item, metode pembayaran, serta tombol pesan ulang. Gunakan floow.design untuk membuat alur pesan makanan dari menu hingga pelacakan pesanan, lalu uji tiap layar pada ukuran perangkat mobile sebelum diserahkan ke pengembangan.

Urutan informasi pembayaran yang disarankan di keranjang

ElemenFormat tampilan mobileTujuan
SubtotalRp48.000Menunjukkan total harga menu dan kustomisasi.
OngkirRp10.000 atau status belum tersediaMencegah kejutan biaya sebelum pembayaran.
Promo−Rp5.000 bila diterapkanMenjelaskan pengurangan total secara terpisah.
TotalRp53.000Menjadi angka paling menonjol sebelum tombol bayar.

Kesalahan yang sering terjadi

Menampilkan harga menu tanpa simbol atau format Rupiah.

Gunakan format konsisten seperti Rp25.000 pada menu, keranjang, dan riwayat pesanan.

Menyatukan pilihan wajib dan tambahan dalam satu daftar panjang.

Beri judul kelompok, penanda wajib, batas pilihan, serta perubahan harga pada tiap opsi.

Baru menampilkan ongkir setelah pengguna memilih pembayaran.

Tampilkan ongkir atau alasan mengapa ongkir belum bisa dihitung di halaman keranjang.

Mengandalkan peta sebagai satu-satunya pelacakan pesanan.

Sertakan timeline status berbasis teks yang tetap dapat dipahami saat peta gagal dimuat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana desain menu aplikasi makanan?

Desain menu aplikasi makanan sebaiknya menampilkan foto, nama item, harga dalam Rupiah, dan tombol tambah yang konsisten. Untuk menu dengan pilihan ukuran, topping, atau tingkat kepedasan, buka lembar kustomisasi yang memisahkan opsi wajib dan opsional. Tampilkan biaya tambahan per opsi serta ringkasan pilihan di keranjang agar pengguna dapat memeriksa pesanannya.

Bagaimana menampilkan biaya antar dalam aplikasi?

Biaya antar dalam aplikasi makanan perlu muncul di keranjang sebelum pengguna membayar, bersama subtotal, promo bila ada, dan total dalam Rupiah. Jika biaya belum dapat dihitung karena alamat belum dipilih, tampilkan alasan tersebut secara jelas. Setelah tersedia, gunakan label “Ongkir” dan hindari menyembunyikan biaya di balik istilah umum yang tidak dijelaskan.

Metode pembayaran apa yang cocok untuk pesan makanan?

Untuk aplikasi pesan makanan di Indonesia, metode pembayaran dapat mencakup GoPay, DANA, dan QRIS. Tampilkan metode yang terakhir dipakai lebih dulu, lalu sediakan pilihan lain tanpa membuat layar terlalu padat. Pada QRIS, jelaskan langkah pembayaran secara spesifik, misalnya pengguna perlu memindai kode atau akan dialihkan ke aplikasi pembayaran.

Kapan peta perlu ditampilkan pada pelacakan pesanan?

Peta pelacakan pesanan paling berguna setelah kurir telah ditugaskan dan terutama ketika kurir menuju lokasi pengantaran. Sebelum itu, tampilkan status teks seperti “restoran sedang menyiapkan pesanan” agar pengguna tidak menunggu pembaruan peta. Peta harus dilengkapi estimasi tiba, status terkini, dan opsi menghubungi kurir bila tersedia.

Langkah selanjutnya

Rancang pengalaman pesan makanan sebagai rangkaian keputusan kecil yang jelas: pilih menu, atur pesanan, pahami total Rupiah, bayar dengan metode yang dikenal, lalu pantau status pengantaran. Mulai dari alur ini di floow.design dan uji terutama layar kustomisasi, keranjang, serta pelacakan kurir.

Rancang layarnya terlebih dahulu

Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.

Mulai desain gratis →

Sumber

Baca juga

Design your mobile app with AI.

Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.