Contoh desain aplikasi mobile figma untuk Indonesia
Koleksi contoh desain aplikasi mobile figma: checkout Rupiah, QRIS, e-wallet, top-up, dan formulir alamat Indonesia yang siap dirapikan.
Contoh desain aplikasi mobile figma untuk Indonesia sebaiknya memuat alur yang benar-benar ditemui pengguna: checkout dengan total seperti Rp150.000, pilihan QRIS serta DANA, OVO, dan GoPay, lalu form alamat berjenjang dari provinsi sampai kode pos. Susun tiap tahap sebagai frame terpisah agar mudah diuji dan diserahkan ke pengembang.
Poin-poin utama
- •Gunakan format Rupiah yang akrab dibaca pengguna, misalnya Rp150.000, tanpa mengganti simbolnya menjadi mata uang lain.
- •Pisahkan pemilihan metode bayar, instruksi pembayaran, dan hasil pembayaran QRIS ke dalam frame yang jelas.
- •Rancang alamat Indonesia sebagai data bertingkat: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, dan kode pos.
- •Mulai dari frame awal di floow.design, lalu rapikan komponen, jarak, dan prototipe di Figma.

Isi halaman ini
- •Galeri contoh: checkout belanja dengan Rupiah dan QRIS
- •Galeri contoh: top-up e-wallet yang tidak membuat pengguna ragu
- •Galeri contoh: formulir alamat Indonesia yang bertahap
- •Struktur file Figma agar contoh siap dipakai tim
Galeri contoh: checkout belanja dengan Rupiah dan QRIS
Untuk contoh desain aplikasi figma bertema belanja, buat rangkaian enam frame: keranjang, alamat pengiriman, pengiriman, metode pembayaran, instruksi pembayaran, dan pesanan berhasil. Di ringkasan biaya, tampilkan angka yang realistis untuk pola lokal, misalnya subtotal Rp125.000, ongkir Rp15.000, dan total Rp150.000. Gunakan format yang sama pada daftar pesanan, tombol bayar, dan bukti transaksi agar pengguna tidak perlu menafsirkan nominal.
Pada frame metode pembayaran, kelompokkan QRIS sebagai opsi pemindaian kode, lalu tampilkan DANA, OVO, dan GoPay sebagai pilihan e-wallet yang berbeda. Jangan menjadikan semua opsi sebagai satu tombol generik “Dompet digital”; pengguna perlu tahu metode yang dipilih sebelum lanjut. Setelah QRIS dipilih, frame berikutnya dapat berisi kode QR, nominal yang harus dibayar, tenggat pembayaran bila tersedia dari sistem, serta tombol Saya sudah membayar hanya bila alur produk memang memerlukannya.
QRIS adalah standar kode QR pembayaran yang dikelola Bank Indonesia. Karena itu, label QRIS perlu terlihat konsisten dan tidak diganti dengan nama e-wallet tertentu. Gunakan status pembayaran dari sistem sebagai sumber kebenaran, bukan hanya perubahan tombol di sisi aplikasi.
Galeri contoh: top-up e-wallet yang tidak membuat pengguna ragu
Alur top-up adalah desain aplikasi mobile figma yang cocok untuk latihan state dan validasi. Mulai dari frame saldo atau halaman tujuan, lanjutkan ke pemilihan tujuan top-up, nominal, metode bayar, konfirmasi, instruksi, dan status akhir. Bila produk mendukungnya, pengguna dapat memilih DANA, OVO, atau GoPay sebagai tujuan; tampilkan identitas tujuan dan nomor yang dimasukkan kembali pada halaman konfirmasi.
Sediakan nominal cepat seperti Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000, tetapi tetap berikan kolom nominal lain. Sebelum tombol lanjut aktif, tampilkan validasi sederhana: nomor tujuan terisi, nominal memenuhi ketentuan produk, dan metode pembayaran dipilih. Jangan menyalin nominal mentah ke semua layar; formatkan konsisten sebagai Rupiah, misalnya Rp50.000.
Untuk prototipe Figma, hubungkan setiap pilihan nominal ke state terpilih, lalu buat varian tombol untuk aktif, nonaktif, memuat, berhasil, dan gagal. Frame gagal perlu memberi tindakan yang jelas, seperti mencoba lagi atau memilih metode lain. Gunakan floow.design untuk menghasilkan frame awal top-up, kemudian rapikan komponen, token warna, dan koneksi prototipe di Figma.
Galeri contoh: formulir alamat Indonesia yang bertahap
Jangan memakai satu kolom “Kota dan alamat” untuk semua kebutuhan pengiriman. Dalam contoh aplikasi mobile figma untuk Indonesia, susun form alamat dengan kolom nama penerima, nomor ponsel, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, kode pos, detail jalan, serta penanda alamat bila diperlukan. Urutan ini mengikuti cara alamat administratif Indonesia biasa dicatat dan memudahkan data wilayah difilter secara bertingkat.
Buat provinsi sebagai pemilih pertama. Setelah pengguna memilihnya, baru aktifkan kabupaten/kota; setelah itu kecamatan, lalu kelurahan. Kode pos dapat diisi manual atau diusulkan oleh sistem setelah wilayah dipilih, bergantung sumber data produk. Jika pilihan wilayah belum tersedia, jangan tampilkan daftar kosong tanpa penjelasan: gunakan state memuat, state tidak ditemukan, dan pilihan untuk mengubah level sebelumnya.
Pisahkan detail jalan—misalnya nama jalan, nomor rumah, RT/RW, patokan—dari data administratif. Di layar tinjau alamat, tampilkan semua bagian dalam urutan yang mudah dipindai sebelum pengguna menekan simpan. Uji juga teks panjang pada nama kelurahan dan kabupaten/kota; jangan mengandalkan satu baris yang terpotong tanpa cara melihat isi lengkap.
Struktur file Figma agar contoh siap dipakai tim
Susun file berdasarkan alur, bukan hanya berdasarkan jenis komponen. Halaman pertama dapat berisi Dasar, Komponen, dan Layar checkout; halaman berikutnya Layar top-up serta Layar alamat. Di dalam setiap alur, beri nama frame berurutan, misalnya Checkout/01 Keranjang, Checkout/04 Metode bayar, dan Checkout/06 Status berhasil. Penamaan ini mempercepat diskusi ketika tim menemukan perubahan pada QRIS atau alamat.
Buat komponen untuk bar navigasi, ringkasan total, kartu metode pembayaran, kolom input, tombol, dan pesan status. Kartu metode pembayaran sebaiknya memiliki varian belum dipilih, dipilih, dan tidak tersedia. Untuk QRIS, buat pula frame status menunggu pembayaran, berhasil, kedaluwarsa bila alur backend mengirim status tersebut, dan gagal. Hindari menyamakan status tersebut hanya dengan warna: sertakan judul, nominal, dan tindakan lanjutan.
Saat eksplorasi masih kasar, hasilkan beberapa frame awal dengan floow.design. Setelah itu, pindahkan pilihan yang layak ke Figma untuk menyamakan tipografi, jarak, state, dan prototipe. Cara ini menjaga kecepatan eksplorasi tanpa menyerahkan keputusan detail lokal kepada satu layar otomatis.
Referensi isi frame untuk alur transaksi Indonesia
| Bagian layar | Isi lokal yang ditampilkan | State yang perlu disiapkan |
|---|---|---|
| Ringkasan checkout | Total dalam Rupiah, misalnya Rp150.000 | Normal, harga berubah, kode promo gagal |
| Metode pembayaran | QRIS, DANA, OVO, GoPay | Belum dipilih, dipilih, tidak tersedia |
| Status QRIS | Nominal, kode QR, status pembayaran | Menunggu, berhasil, gagal, kedaluwarsa bila digunakan |
| Alamat pengiriman | Provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, kode pos | Memuat pilihan, tidak ditemukan, validasi |
Kesalahan yang sering terjadi
Menampilkan total sebagai “150,000 IDR” pada layar konsumen Indonesia.
Gunakan format yang konsisten dengan konteks lokal, misalnya Rp150.000, pada ringkasan, tombol bayar, dan bukti transaksi.
Menggabungkan QRIS, DANA, OVO, dan GoPay dalam satu opsi tanpa penanda pilihan.
Tampilkan kartu atau baris metode yang terpisah dan beri state terpilih yang jelas sebelum pengguna melanjutkan.
Meminta pengguna mengetik seluruh alamat tanpa pemilihan wilayah.
Gunakan urutan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, lalu kode pos; aktifkan pilihan berikutnya setelah pilihan sebelumnya tersedia.
Menganggap pembayaran QRIS langsung selesai setelah kode ditampilkan.
Sediakan layar status menunggu dan hasil pembayaran agar aplikasi dapat menjelaskan apakah transaksi benar-benar berhasil, gagal, atau perlu tindakan lain.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa contoh frame Figma untuk checkout Indonesia?
Contoh frame Figma untuk checkout Indonesia dapat terdiri dari keranjang, alamat pengiriman, pilihan pengiriman, metode pembayaran, instruksi pembayaran, dan status pesanan. Ringkasan transaksi sebaiknya memakai format seperti Rp150.000. Pada metode pembayaran, tampilkan QRIS secara terpisah dari e-wallet DANA, OVO, dan GoPay agar pilihan pengguna tidak ambigu.
Bagaimana mendesain input alamat Indonesia di Figma?
Desain input alamat Indonesia di Figma sebaiknya memakai urutan nama penerima, nomor ponsel, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, kode pos, lalu detail jalan. Buat pemilih wilayah bertingkat: kabupaten/kota baru dapat dipilih setelah provinsi, lalu kecamatan dan kelurahan. Sediakan state memuat, tidak ditemukan, dan kesalahan validasi.
Apakah QRIS perlu memiliki layar status sendiri?
QRIS perlu memiliki layar status sendiri bila pengguna harus menunggu konfirmasi pembayaran atau kembali ke aplikasi setelah memindai kode. Layar tersebut dapat menunjukkan nominal, status menunggu, berhasil, gagal, atau kedaluwarsa bila digunakan oleh sistem. Status terpisah mencegah pengguna mengira kode QR yang tampil berarti pembayaran sudah berhasil.
Kapan sebaiknya memakai floow.design sebelum Figma?
Gunakan floow.design saat Anda perlu menghasilkan beberapa frame awal untuk checkout, top-up, atau form alamat Indonesia dengan cepat. Setelah struktur alur terbentuk, rapikan hasilnya di Figma: samakan komponen, format Rupiah, state QRIS, pilihan DANA, OVO, GoPay, serta perilaku input wilayah. Figma tetap menjadi tempat untuk detail sistem desain dan prototipe.
Langkah selanjutnya
Gunakan galeri ini sebagai dasar file Figma yang berangkat dari kebiasaan transaksi dan alamat Indonesia, bukan dari template checkout generik. Mulai dengan frame awal dari floow.design, lalu perjelas state pembayaran, format Rupiah, dan data alamat sebelum diuji ke pengguna.
Rancang layarnya terlebih dahulu
Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.
Sumber
Design your mobile app with AI.
Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.