Contoh desain aplikasi android siap rilis
Lihat contoh desain aplikasi android untuk layar izin, offline, pembaruan, dan Data safety Google Play sebelum rilis Android di Indonesia yang jelas.
Contoh desain aplikasi android yang siap rilis perlu mencakup lebih dari beranda: layar izin, kondisi tanpa internet, pembaruan, error, dan penjelasan data. Di Indonesia, rilis Android umumnya melalui Google Play, sehingga isi layar dan perilaku aplikasi harus selaras dengan deklarasi Data safety yang diisi developer.
Poin-poin utama
- •Galeri Android yang berguna harus menunjukkan state gagal, memuat, offline, izin, dan pembaruan; bukan hanya layar utama.
- •Minta izin Android saat pengguna menjalankan fitur yang membutuhkan izin tersebut, dengan alasan yang spesifik dan mudah ditolak.
- •Layar Data safety tidak menggantikan deklarasi Google Play, tetapi dapat membantu pengguna memahami data yang diminta aplikasi.
- •Untuk layanan yang termasuk cakupan PSE privat, pertimbangkan kebutuhan pendaftaran PSE privat sesuai ketentuan Kominfo sejak tahap perencanaan rilis.

Isi halaman ini
- •Galeri 1: Beranda, pencarian, dan state kosong
- •Galeri 2: Layar izin yang meminta pada waktu tepat
- •Galeri 3: Offline, sinkronisasi, dan error yang dapat dipulihkan
- •Galeri 4: Pembaruan aplikasi dan Data safety sebelum rilis
Galeri 1: Beranda, pencarian, dan state kosong
Mulai desain ui aplikasi android dari alur yang paling sering dibuka, lalu tampilkan variasi state-nya dalam satu set. Contoh untuk aplikasi belanja lokal: beranda berisi kategori, pencarian, promosi yang dapat ditutup, dan riwayat pesanan. Jangan berhenti pada versi yang penuh konten. Buat juga layar pencarian tanpa hasil, daftar favorit yang masih kosong, keranjang kosong, serta gagal memuat katalog.
Pada layar kosong, jelaskan penyebabnya dalam satu kalimat dan berikan satu aksi utama. Misalnya, “Belum ada produk tersimpan” dengan tombol “Cari produk”. Pada gagal memuat, bedakan kegagalan jaringan dari hasil pencarian kosong: gunakan pesan “Periksa koneksi lalu coba lagi” dan tombol “Coba lagi”. Hindari tombol yang hanya bertuliskan “OK” bila pengguna masih harus menebak langkah berikutnya.
Untuk galeri contoh desain aplikasi mobile, tampilkan setiap state berdampingan. Tim produk jadi dapat menilai apakah judul, tombol, ikon, dan struktur daftar tetap konsisten ketika data belum ada atau layanan sedang bermasalah.
Galeri 2: Layar izin yang meminta pada waktu tepat
Izin bukan layar pembuka yang dipasang sekaligus. Pada Android, minta izin ketika pengguna memilih fitur yang memang membutuhkannya. Contohnya, aplikasi pengiriman baru meminta lokasi setelah pengguna menekan “Gunakan lokasi saya”; aplikasi pemindai baru meminta kamera setelah tombol “Scan” dipilih. Sebelum dialog sistem muncul, tampilkan layar penjelas singkat: data apa yang diminta, untuk fungsi apa, dan apa alternatifnya bila pengguna menolak.
Contoh susunan layar: judul “Temukan alamat lebih cepat”, deskripsi “Lokasi dipakai untuk mengisi titik penjemputan”, tombol utama “Izinkan lokasi”, dan tautan sekunder “Masukkan alamat manual”. Setelah penolakan, jangan mengunci seluruh aplikasi bila fitur lain masih dapat digunakan. Tampilkan state terbatas dan arahkan pengguna ke input manual atau halaman pengaturan bila izin benar-benar diperlukan.
Dokumentasi Android menyarankan permintaan izin dalam konteks tindakan pengguna. Karena itu, masukkan versi izin diberikan, izin ditolak, dan izin dibatalkan ke dalam spesifikasi layar sebelum QA dimulai.
Galeri 3: Offline, sinkronisasi, dan error yang dapat dipulihkan
State offline perlu dirancang di tingkat layar dan data. Saat koneksi putus, jangan langsung menutupi seluruh aplikasi dengan dialog. Pertahankan konten terakhir yang tersimpan bila aman ditampilkan, beri penanda ringan seperti “Anda sedang offline”, lalu nonaktifkan hanya aksi yang memerlukan jaringan. Untuk aplikasi pencatatan, pengguna tetap bisa membuat catatan; tampilkan label “Belum tersinkron” pada item baru.
Buat tiga contoh terpisah: koneksi hilang sebelum data dimuat, koneksi hilang saat pengguna mengirim aksi, dan koneksi kembali. Pada kasus pertama, tampilkan ilustrasi ringkas serta tombol “Coba lagi”. Pada kasus kedua, simpan antrean tindakan bila produk mendukungnya, tampilkan status pengiriman, dan sediakan aksi kirim ulang. Pada kasus ketiga, beri konfirmasi yang tidak mengganggu, misalnya “3 perubahan telah disinkronkan”.
Jangan memakai kata “terjadi kesalahan” tanpa konteks. Sebutkan dampaknya: “Pesanan belum terkirim” atau “Daftar transaksi tidak dapat diperbarui”. Ini membuat pengguna tahu apakah perlu menunggu, mencoba lagi, atau menghubungi bantuan.
Galeri 4: Pembaruan aplikasi dan Data safety sebelum rilis
Rancang layar pembaruan berdasarkan dampaknya. Untuk pembaruan opsional, gunakan kartu atau banner yang dapat ditutup: jelaskan manfaat spesifik dan tombol “Perbarui”. Untuk pembaruan yang diperlukan agar layanan tetap berjalan, tampilkan alasan singkat, tombol menuju Google Play, dan jangan menjanjikan fitur yang belum tersedia. Uji pula keadaan ketika halaman Google Play tidak dapat dibuka atau ruang penyimpanan perangkat tidak cukup.
Rilis Android di Indonesia umumnya melalui Google Play. Google Play mengharuskan developer mengisi deklarasi Data safety, sehingga tim desain perlu memetakan layar yang mengumpulkan atau membagikan data dengan praktik produk yang benar-benar terjadi. Contohnya, bila aplikasi meminta nomor telepon untuk verifikasi, layar verifikasi harus menjelaskan tujuan tersebut secara tepat; jangan menulis bahwa data “tidak digunakan” bila proses produk berbeda.
Untuk layanan privat yang masuk cakupan PSE, pendaftaran PSE privat terkait dengan ketentuan pendaftaran Kominfo. Libatkan pemilik produk dan legal untuk memeriksa kewajiban layanan, sementara desainer menyiapkan halaman bantuan, kebijakan, dan jalur pengaduan yang mudah ditemukan di aplikasi.
Kesalahan yang sering terjadi
Hanya mempresentasikan beranda yang penuh data contoh.
Tambahkan state kosong, memuat, gagal memuat, offline, izin ditolak, dan pembaruan agar perilaku aplikasi dapat diuji sebelum rilis.
Meminta kamera, lokasi, notifikasi, dan kontak pada pembukaan pertama.
Minta setiap izin saat pengguna memulai fitur terkait, lalu sediakan pilihan alternatif bila pengguna menolak.
Menulis penjelasan privasi di layar yang tidak sesuai aliran data produk.
Cocokkan teks layar, SDK yang dipakai, formulir input, dan deklarasi Data safety Google Play dengan implementasi aktual.
Menggunakan pesan error umum tanpa tindakan lanjutan.
Sebutkan apa yang gagal dan sediakan aksi yang relevan, seperti coba lagi, simpan sebagai draf, atau hubungi bantuan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa contoh layar aplikasi Android selain halaman utama?
Contoh layar aplikasi Android selain halaman utama mencakup onboarding, masuk atau daftar, pencarian tanpa hasil, keranjang kosong, izin kamera atau lokasi, memuat, offline, gagal memuat, konfirmasi pembayaran, pusat bantuan, pembaruan aplikasi, dan pengaturan privasi. Setiap layar perlu memiliki tujuan, status yang jelas, serta tindakan berikutnya yang dapat dilakukan pengguna.
Bagaimana desain state offline Android?
Desain state offline Android sebaiknya mempertahankan konten terakhir yang masih aman ditampilkan, memberi indikator bahwa perangkat tidak terhubung, dan membatasi hanya aksi yang memerlukan internet. Tampilkan tombol coba lagi saat data belum termuat, status belum tersinkron untuk perubahan lokal, serta konfirmasi ringan ketika koneksi kembali dan sinkronisasi selesai.
Apa hubungan desain dengan Data safety Google Play?
Desain berhubungan dengan Data safety Google Play karena layar aplikasi menunjukkan kapan dan mengapa data diminta dari pengguna. Jika aplikasi meminta lokasi, nomor telepon, kamera, atau data lain, penjelasan pada layar, alur izin, dan praktik produk harus konsisten dengan deklarasi Data safety yang wajib diisi developer di Google Play.
Kapan izin Android sebaiknya diminta?
Izin Android sebaiknya diminta saat pengguna memilih fungsi yang memerlukannya, bukan sekaligus saat aplikasi pertama dibuka. Aplikasi dapat meminta kamera setelah pengguna menekan tombol pemindai atau lokasi setelah memilih pengisian alamat otomatis. Sebelum dialog sistem, jelaskan manfaat izin dan sediakan alternatif jika pengguna menolak.
Langkah selanjutnya
Buat set layar Android lengkap—utama hingga error—dengan floow.design. Mulai dari satu alur inti, lalu hasilkan variasi izin, kosong, offline, gagal, pembaruan, dan informasi data agar desain siap ditinjau sebelum rilis Google Play.
Rancang layarnya terlebih dahulu
Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.
Sumber
Design your mobile app with AI.
Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.