Skip to main content

Contoh desain aplikasi mobile Indonesia

Lihat contoh layar beranda, katalog, pembayaran, dan status pesanan dari pola aplikasi Indonesia untuk menyusun UI mobile yang orisinal dan jelas.

Roundups7 min read1,309 words

Contoh desain aplikasi mobile yang kuat di Indonesia dapat dipelajari dari pola yang sudah akrab: navigasi multi-layanan Gojek, katalog dan pelacakan pesanan Tokopedia, serta saldo dan riwayat transaksi Rupiah pada DANA atau GoPay. Gunakan pola interaksi tersebut sebagai referensi struktur layar, bukan sebagai bahan untuk menyalin merek.

Poin-poin utama

  • Jadikan beranda sebagai pintu masuk tugas utama, bukan daftar semua fitur.
  • Pelajari Gojek untuk pengelompokan layanan dalam navigasi super-app.
  • Pelajari Tokopedia untuk hubungan antara katalog, keranjang, checkout, dan status pesanan.
  • Gunakan pola saldo, top-up, dan riwayat transaksi berdenominasi Rupiah seperti pada DANA dan GoPay.
  • Pertahankan pola penggunaannya, tetapi buat identitas visual, teks, dan alur produk yang orisinal.

Tabel acuan keputusan contoh desain aplikasi mobile untuk tim Indonesia
Tabel acuan keputusan contoh desain aplikasi mobile untuk tim Indonesia

Isi halaman ini

Galeri 1: Beranda multi-layanan untuk produk dengan banyak kebutuhan

Untuk produk yang memiliki beberapa layanan, jadikan Gojek sebagai referensi desain aplikasi mobile untuk cara menyusun navigasi multi-layanan khas super-app Indonesia. Pelajaran utamanya bukan meniru susunan ikon atau warna, melainkan memberi pengguna jalan cepat ke tugas yang sering dilakukan.

Buat layar beranda dengan tiga lapisan prioritas:

  1. Aksi utama di area paling mudah dijangkau ibu jari, misalnya pesan layanan, bayar, atau buat permintaan.
  2. Kategori layanan dalam grid yang mudah dipindai, dengan label singkat dan ikon yang berbeda satu sama lain.
  3. Konten kontekstual seperti promosi, pengingat, atau layanan terakhir, ditempatkan setelah aksi inti.

Jika produk Anda hanya memiliki dua fungsi, jangan memaksakan pola super-app. Gunakan prinsipnya saja: kelompokkan fungsi yang berdekatan, tampilkan fungsi paling sering terlebih dahulu, lalu sediakan akses ke fitur lain melalui halaman “Lainnya”. Uji apakah pengguna dapat memulai tugas utama tanpa harus menggulir atau membuka beberapa menu.

Galeri 2: Katalog sampai status pesanan marketplace

Tokopedia relevan sebagai contoh desain aplikasi untuk rangkaian tugas belanja: menemukan produk, meninjau keranjang, menyelesaikan pesanan, lalu memeriksa statusnya. Saat mendesain aplikasi marketplace, jangan memperlakukan layar katalog, keranjang, dan pesanan sebagai layar yang berdiri sendiri. Ketiganya harus mempertahankan informasi yang dibutuhkan pengguna dari satu langkah ke langkah berikutnya.

Pada katalog, tampilkan foto, nama produk, harga dalam Rupiah, dan informasi pembeda yang benar-benar membantu keputusan. Sediakan pencarian dan penyaring, tetapi jangan membuat penyaring menutupi hasil terlalu lama. Di keranjang, utamakan jumlah item, variasi, biaya yang relevan, serta tombol lanjut yang selalu jelas.

Untuk status pesanan, gunakan urutan tahap yang mudah dipahami, misalnya pesanan dibuat, diproses, dikirim, dan selesai. Tambahkan tindakan yang sesuai dengan tahapnya, seperti melihat detail atau menghubungi penjual. Pengguna tidak perlu menebak apakah transaksi mereka sedang menunggu, berjalan, atau sudah berakhir.

Galeri 3: Saldo, top-up, dan riwayat transaksi Rupiah

Untuk aplikasi pembayaran atau layanan dengan kredit internal, DANA dan GoPay relevan sebagai referensi pola saldo, top-up, dan riwayat transaksi berdenominasi Rupiah. Layar keuangan perlu menjawab tiga pertanyaan dengan cepat: berapa saldo saya, apa yang bisa saya lakukan sekarang, dan transaksi apa yang baru terjadi.

Letakkan nominal saldo di bagian atas dengan format Rupiah yang konsisten. Di bawahnya, tampilkan aksi utama seperti top-up, kirim, bayar, atau tarik dana sesuai fungsi produk Anda. Jangan menyembunyikan tindakan penting di balik ikon yang tidak berlabel jika pengguna baru masih perlu memahami fungsinya.

Riwayat transaksi sebaiknya memuat nama transaksi, waktu, nominal, dan status. Bedakan transaksi masuk dan keluar melalui tanda, teks, serta posisi nominal; warna saja tidak cukup. Untuk keadaan gagal atau tertunda, tampilkan alasan yang dapat dipahami dan langkah berikutnya. Desain yang baik membuat pengguna mampu mencocokkan setiap perubahan saldo dengan satu catatan transaksi.

Cara mengubah referensi lokal menjadi layar orisinal

Referensi yang baik membantu Anda mengambil keputusan desain, bukan menyediakan template untuk disalin. Ambil pola dari galeri ini berdasarkan pekerjaan pengguna: pilih navigasi multi-layanan bila produk memiliki banyak kebutuhan, pilih alur katalog hingga pesanan bila pengguna membeli barang, atau pilih pola saldo bila nilai transaksi menjadi pusat pengalaman.

Lalu tulis ulang untuk produk Anda. Ganti urutan fitur berdasarkan frekuensi penggunaan pelanggan Anda, buat istilah yang sesuai dengan domain produk, dan gunakan sistem warna, tipografi, ilustrasi, serta ikon milik merek sendiri. Hindari menyalin nama menu, bentuk kartu, susunan persis, gambar promosi, atau nada mikrocopy dari aplikasi lain.

Buat satu prompt per layar agar hasilnya terarah. Contohnya: “Buat layar beranda aplikasi layanan rumah tangga dengan aksi pesan tukang, jadwal berikutnya, dan kategori layanan. Gunakan navigasi bawah, bahasa Indonesia, dan identitas visual hijau tua.” Pilih pola dari galeri, lalu minta floow.design membuat versi orisinal untuk produk Anda.

Peta referensi pola layar aplikasi Indonesia

Kategori produkReferensi lokalLayar yang dipelajariPrinsip yang dapat diadaptasi
Super-appGojekBeranda dan navigasi layananKelompokkan banyak layanan menurut tugas utama pengguna.
MarketplaceTokopediaKatalog, keranjang, dan status pesananJaga informasi produk dan progres pesanan tetap konsisten.
Dompet digitalDANA dan GoPaySaldo, top-up, dan riwayat transaksiUtamakan nominal Rupiah, aksi cepat, serta status transaksi yang jelas.

Kesalahan yang sering terjadi

Memasukkan semua layanan ke beranda dengan bobot visual yang sama.

Tentukan satu hingga tiga aksi utama, lalu pindahkan fungsi yang jarang dipakai ke kategori atau halaman lanjutan.

Menampilkan status pesanan hanya sebagai teks umum seperti “diproses”.

Tampilkan tahap yang lebih spesifik, waktu bila tersedia, dan tindakan yang cocok untuk kondisi pesanan tersebut.

Mengandalkan warna untuk membedakan transaksi masuk, keluar, dan gagal.

Tambahkan tanda nominal, label status, serta deskripsi transaksi agar informasi tetap dapat dipahami tanpa warna.

Menyalin tampilan aplikasi lokal secara terlalu dekat.

Ambil struktur tugasnya, kemudian bangun ulang hierarki, kata-kata, visual, dan komponen sesuai produk Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa contoh desain aplikasi mobile yang bagus di Indonesia?

Contoh desain aplikasi mobile yang bagus di Indonesia dapat dilihat dari Gojek untuk navigasi banyak layanan, Tokopedia untuk alur katalog hingga status pesanan, serta DANA dan GoPay untuk saldo, top-up, dan riwayat transaksi Rupiah. Nilai yang perlu dipelajari adalah kejelasan tugas pengguna, bukan tampilan mereknya.

Bagian mana dari aplikasi lokal yang layak dijadikan referensi?

Bagian aplikasi lokal yang layak dijadikan referensi adalah struktur beranda, urutan langkah transaksi, penempatan aksi utama, format status pesanan, dan riwayat aktivitas. Gojek dapat menjadi acuan pengelompokan layanan, Tokopedia untuk alur belanja, sedangkan DANA dan GoPay untuk tampilan saldo serta transaksi berdenominasi Rupiah.

Bagaimana meniru pola tanpa menyalin merek?

Untuk memakai pola tanpa menyalin merek, ambil masalah yang diselesaikan oleh layar tersebut, lalu rancang jawaban baru untuk produk Anda. Ubah urutan fitur, nama menu, teks, warna, ikon, komponen, dan ilustrasi. Misalnya, gunakan prinsip aksi cepat dari dompet digital tanpa meniru susunan visual atau istilah DANA dan GoPay.

Kapan pola super-app cocok digunakan?

Pola super-app cocok digunakan ketika satu aplikasi memang melayani beberapa kebutuhan yang berkaitan dan pengguna perlu berpindah di antaranya secara rutin. Jika produk hanya memiliki satu tugas utama, beranda yang lebih sederhana biasanya lebih mudah dipahami. Gunakan pengelompokan layanan seperti referensi Gojek hanya bila kompleksitas produk membutuhkannya.

Langkah selanjutnya

Gunakan galeri ini untuk memilih pola berdasarkan tugas utama pengguna: layanan, belanja, atau transaksi. Setelah itu, ubah pola tersebut menjadi alur, bahasa, dan identitas visual yang khas produk Anda. Pilih pola dari galeri, lalu minta floow.design membuat versi orisinal untuk produk Anda.

Rancang layarnya terlebih dahulu

Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.

Mulai desain gratis →

Sumber

Baca juga

Design your mobile app with AI.

Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.