Contoh desain aplikasi penjualan Indonesia
Panduan praktis menyusun layar katalog, stok, order, invoice Rupiah, QRIS, dan penagihan untuk aplikasi penjualan mobile bisnis Indonesia.
contoh desain aplikasi penjualan untuk Indonesia sebaiknya memisahkan katalog, stok, order, invoice, dan penagihan dalam alur yang dapat dipakai sales maupun kasir. Tampilkan harga dalam Rupiah, pilihan pembayaran QRIS dan transfer BCA, BRI, Mandiri, serta BNI, lalu beri status pembayaran yang mudah diperiksa sebelum order ditutup.
Poin-poin utama
- •Pisahkan alur katalog, stok, order, invoice, dan penagihan agar tiap tugas tidak tercampur dalam satu layar.
- •Gunakan Rupiah sebagai format harga utama dan tampilkan PPN 11% hanya bila transaksi memang dikenai PPN.
- •Jadikan QRIS serta transfer BCA, BRI, Mandiri, dan BNI sebagai pilihan pembayaran yang terlihat saat order dan invoice.
- •Bedakan stok siap jual, stok dipesan, dan stok habis untuk mencegah sales menerima pesanan yang tidak dapat dipenuhi.

Isi halaman ini
- •Susun alur berdasarkan pekerjaan penjual
- •Rancang katalog dan stok untuk keputusan cepat
- •Buat order dan invoice yang siap dibayar
- •Jadikan penagihan sebagai alur kerja, bukan catatan manual
Susun alur berdasarkan pekerjaan penjual
Dalam contoh desain aplikasi mobile untuk penjualan, jangan mulai dari dasbor yang penuh angka. Mulailah dari urutan kerja yang benar: cari produk, cek stok, buat order, pilih pembayaran, terbitkan invoice, lalu tindak lanjuti penagihan.
Buat navigasi bawah dengan lima tujuan utama: Katalog, Order, Stok, Invoice, dan Penagihan. Sales perlu masuk cepat ke katalog dan order; admin gudang lebih sering membuka stok; pemilik usaha biasanya memantau invoice jatuh tempo dan pembayaran masuk.
Penjual Indonesia sering mengelola pesanan dari toko sendiri sekaligus marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Pada layar daftar order, gunakan penanda kanal seperti “Toko”, “Tokopedia”, atau “Shopee”, tanpa mencampurkan status pengiriman marketplace dengan status pembayaran order internal. Filter kanal, status order, dan rentang tanggal harus tersedia di bagian atas agar admin tidak perlu mencari pesanan satu per satu.
Satu aturan penting: setiap layar hanya mendorong satu keputusan. Layar detail order harus membantu mengonfirmasi, mengubah, atau membatalkan order—bukan sekaligus mengedit katalog dan menagih pelanggan.
Rancang katalog dan stok untuk keputusan cepat
Layar katalog harus membantu sales menjawab tiga pertanyaan: produk apa yang dicari, berapa harganya, dan apakah stoknya tersedia. Gunakan pencarian yang selalu terlihat, kategori, kode produk, foto kecil, nama produk, harga Rupiah, serta ringkasan stok pada setiap kartu produk.
Untuk produk dengan variasi, jangan langsung menambahkan barang ke keranjang. Buka pemilih variasi terlebih dahulu, misalnya ukuran atau warna, lalu tampilkan stok per variasi. Tombol tambah order sebaiknya tidak aktif ketika variasi belum dipilih atau stok habis.
Di layar stok, pisahkan status tersedia, dipesan, dan habis. Stok dipesan berguna ketika order telah dibuat tetapi pembayaran atau pengiriman belum selesai. Tambahkan riwayat penyesuaian stok yang mencatat waktu, pengguna, alasan, dan jumlah perubahan. Ini lebih berguna daripada hanya menampilkan angka stok terakhir.
Untuk desain aplikasi kasir mobile, ringkas proses di kasir: pindai atau cari produk, ubah jumlah, tambahkan diskon bila berwenang, pilih metode bayar, lalu cetak atau kirim invoice. Hindari formulir pelanggan panjang pada transaksi tunai; cukup sediakan pilihan “Pelanggan umum” dan tambah data pelanggan bila memang diperlukan.
Buat order dan invoice yang siap dibayar
Detail order perlu memperlihatkan pelanggan, daftar item, jumlah, diskon, subtotal, pajak, total, metode pembayaran, dan riwayat perubahan status. Letakkan total akhir secara tetap di bagian bawah agar sales tidak kehilangan konteks saat daftar produk panjang.
Invoice harus menggunakan Rupiah, dengan format nominal yang konsisten, misalnya Rp 125.000. Jika transaksi dikenai pajak, tampilkan baris PPN secara eksplisit. PPN 11% dapat dimasukkan bila berlaku, bukan dipasang otomatis untuk semua pelanggan atau semua jenis transaksi. Beri label jelas apakah harga sudah termasuk PPN atau PPN ditambahkan di akhir, karena dua pola ini menghasilkan total yang berbeda.
Pada tahap pembayaran, tampilkan QRIS sebagai pilihan utama untuk pembayaran tatap muka. Untuk transfer, sediakan opsi bank yang umum digunakan bisnis: BCA, BRI, Mandiri, dan BNI. Setelah pengguna memilih transfer, tampilkan rekening tujuan, nama pemilik rekening, nominal yang harus dibayar, dan batas waktu pembayaran bila bisnis menerapkannya.
Status pembayaran minimal mencakup Belum dibayar, Menunggu verifikasi, Dibayar sebagian, dan Lunas. Jika ada unggahan bukti transfer, tampilkan bukti itu pada detail pembayaran—bukan hanya sebagai lampiran tersembunyi.
Jadikan penagihan sebagai alur kerja, bukan catatan manual
Penagihan dimulai setelah invoice terbit, terutama untuk pelanggan bisnis yang membayar belakangan atau membayar sebagian. Buat daftar penagihan yang mengurutkan invoice berdasarkan jatuh tempo, bukan hanya tanggal dibuat. Setiap baris sebaiknya menampilkan nama pelanggan, nomor invoice, total, sisa tagihan, jatuh tempo, dan tindakan berikutnya.
Gunakan status yang bisa ditindaklanjuti: Belum dikirim, Terkirim, Jatuh tempo hari ini, Terlambat, dan Selesai. Dari detail penagihan, sales perlu dapat mengirim ulang invoice, menyalin pesan pengingat, mencatat hasil kontak, atau membuat jadwal tindak lanjut.
Jangan memakai warna merah untuk semua invoice yang belum dibayar. Merah hanya untuk tagihan terlambat; gunakan warna netral untuk invoice yang masih berada dalam periode pembayaran. Cantumkan jumlah hari menuju atau melewati jatuh tempo agar prioritas terlihat tanpa membuka detail.
Tutup alur dengan rekonsiliasi sederhana: ketika pembayaran QRIS atau transfer BCA, BRI, Mandiri, atau BNI telah diverifikasi, status invoice berubah menjadi lunas dan stok order tidak lagi berada pada status dipesan. Buat alur katalog-ke-invoice untuk tim penjualan Anda menggunakan floow.design.
Referensi isi layar pembayaran dan invoice untuk bisnis Indonesia
| Bagian layar | Isi yang ditampilkan | Catatan desain |
|---|---|---|
| Total invoice | Nominal dalam Rupiah, misalnya Rp 125.000 | Gunakan pemisah ribuan yang konsisten pada daftar dan detail. |
| Pajak | PPN 11% bila berlaku | Jelaskan apakah harga termasuk atau belum termasuk PPN. |
| Pembayaran tatap muka | QRIS | Tampilkan nominal dan status pembayaran pada order yang sama. |
| Transfer bank | BCA, BRI, Mandiri, BNI | Sediakan rekening tujuan, nama pemilik, nominal, dan bukti transfer bila dibutuhkan. |
Kesalahan yang sering terjadi
Menggabungkan katalog, keranjang, stok, dan pembayaran dalam satu layar panjang.
Pisahkan langkah pencarian produk, pengaturan jumlah, dan pembayaran. Simpan ringkasan order tetap terlihat di bagian bawah.
Menampilkan stok total tanpa membedakan stok yang telah dipesan.
Tampilkan stok tersedia, dipesan, dan habis agar sales tidak menjual barang yang sudah dialokasikan ke order lain.
Menyembunyikan PPN dalam total tanpa penjelasan.
Tampilkan subtotal, PPN 11% bila berlaku, dan total secara terpisah; beri keterangan status harga termasuk pajak atau tidak.
Meminta admin mengingat invoice mana yang harus ditagih.
Urutkan penagihan berdasarkan jatuh tempo dan beri status tindak lanjut yang dapat langsung dikerjakan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Fitur apa yang dibutuhkan aplikasi penjualan?
Aplikasi penjualan membutuhkan katalog dengan pencarian, stok per produk atau variasi, pembuatan order, data pelanggan, invoice Rupiah, pilihan pembayaran, status pembayaran, dan penagihan jatuh tempo. Untuk penjual Indonesia, filter kanal pesanan seperti toko sendiri, Tokopedia, dan Shopee juga membantu memisahkan asal order.
Bagaimana desain invoice dalam Rupiah?
Desain invoice dalam Rupiah perlu menampilkan nominal dengan awalan Rp dan pemisah ribuan yang konsisten, misalnya Rp 125.000. Pisahkan subtotal, diskon, PPN 11% bila berlaku, dan total akhir. Invoice juga perlu memuat nomor invoice, pelanggan, daftar item, metode pembayaran, status pembayaran, serta jatuh tempo jika ada.
Apakah aplikasi penjualan perlu QRIS?
Aplikasi penjualan perlu QRIS bila bisnis menerima pembayaran tatap muka atau ingin memberi pilihan bayar digital yang praktis. Pada layar pembayaran, tampilkan QRIS bersama total transaksi dan status pembayaran. Jika bisnis juga menerima transfer, tampilkan opsi BCA, BRI, Mandiri, dan BNI dengan informasi rekening tujuan yang jelas.
Bagaimana membedakan desain aplikasi kasir mobile dan aplikasi sales?
Desain aplikasi kasir mobile berfokus pada transaksi cepat: cari atau pindai produk, atur jumlah, pilih pembayaran, dan selesaikan transaksi. Aplikasi sales membutuhkan konteks lebih luas, seperti data pelanggan, harga khusus, order tertunda, invoice, dan penagihan. Keduanya dapat memakai data katalog serta stok yang sama.
Langkah selanjutnya
Desain aplikasi penjualan yang efektif tidak bergantung pada dasbor yang ramai. Utamakan perpindahan yang jelas dari katalog ke stok, order, invoice, pembayaran, dan penagihan. Ketika Rupiah, PPN bila berlaku, QRIS, serta transfer bank sudah diperlakukan sebagai bagian dari alur, tim dapat memproses pesanan dengan lebih sedikit langkah dan lebih sedikit salah status.
Rancang layarnya terlebih dahulu
Jelaskan aplikasi Anda dengan bahasa sederhana, lalu floow.design akan membuatkan layar iOS dan Android yang siap Anda sempurnakan dan serahkan ke tim pengembang.
Sumber
Design your mobile app with AI.
Generate pixel-perfect iOS and Android screens in seconds, then export to Figma or code.